Memasuki musim penghujan, debit air Bengawan Madiun nampak mulai meluap. Arus sungai yang deras dan dalamnya bengawan tersebut sempat menghanyutkan 7 orang di Desa Waruk Tengah Kecamatan Pangkur РNgawi. Atas kesigapan Tim Destana (Desa Tangguh Bencana), ke-7 korban hanyut berhasil diselamatkan.

Destana merupakan program penanggulangan bencana dari pemerintah pusat melalui BNPB yang ditindaklanjuti BPBD masing-masing daerah. Kabupaten Ngawi merupakan salah satu daerah yang rawan bencana, termasuk bencana banjir karena diapit oleh sungai besar yakni Bengawan Solo dan Bengawan Madiun.

Secara nasional, ada 64 Desa Tangguh Bencana (Destana) yang tersebar di 32 propinsi. Di Propinsi Jawa Timur ada 8 desa yang mendapat program ini. Sementara Kabupaten Ngawi mendapat jatah 2 desa yakni Desa Waruk Tengah Kecamatan Pangkur dan Desa Simo Kecamatan Kwadungan.

Korban yang diketahui oleh warga sekitar berenang untuk menyelamatkan diri. Mengantisipasi tewasnya korban, Tim Destana Waruk Tengah dengan sigap melakukan aksi penyelamatan. Atas kekompakan dan koordinasi yang cepat, dengan menggunakan perahu karet Tim Destana berhasil menyelamatkan ke 7 korban hanyut tersebut. 

Itulah gambaran simulasi ‘Aksi Penyelamatan 7 Orang Hanyut Oleh Tim Destana’ yang disaksikan langsung oleh BPBD Propinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Ngawi.

Menurut Kasubag Perencanaan BPBD Ngawi, Bulqis, yang namanya bencana siapapun tidak mengharapkan. Namun dengan adanya pelatihan dan simulasi ini diharapkan bisa menanggulangi jatuhnya korban.

“Banyak pengetahuan yang didapat dengan menjadi relawan Destana, mulai dari langkah penanggulangan bencana banjir, longsor hingga puting belung. Rencana Penanggulangan Bencana ini merupakan rencana yang memuat program-program pra-bencana, saat tanggap darurat, maupun pasca bencana,” terang Bulqis di lokasi simulasi.

Sementara menurut Sugeng Yanu, Kasi Kesiapsiagaan BPBD Propinsi Jawa Timur yang turut menyaksikan simulasi aksi kesigapan Tim Destana Waruk Tengah dalam penyelamatan korban menuturkan, secara umum tim ini sudah bisa dihandal jika menghadapi bencana.

“Dari sisi latihannya sudah bisa dibilang berhasil, namun keberhasilan sesungguhnya itu di saat ada kejadian, dan harapan kita bencana itu jangan sampai terjadi. Dengan adanya program desa tangguh, paling tidak kita sudah membekali pengetahuan kepada relawan cara-cara penanggulangan dan penyelamatan,” jelas Sugeng Yanu. (*)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0