KERUPUK KETAN PRODUK UNGGULAN DESA WARUKTENGAH

KERUPUK KETAN PRODUK UNGGULAN DESA WARUKTENGAH

Waruktengah.Ngawikab.id- Kerupuk ketan sebagai produk unggulan Desa Waruktengah, Kerupuk ketan yang non kolesterol ini banyak diminati yang terbuat dari beras ketan dan gula jawa dan di goreng dengan pasir yang dipanaskan

Hari ini (20/04) dari televisi swasta Trans7 acara Ragam Indonesia juga mengambil shoting di Desa Waruktengah, Pruduksi kerupuk ketan ini bertempat di Dusun Tapen, Desa Waruktengah, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi

Pemerintahan Desa Waruktengah sangat Mendukung Masyarakat untuk produksi Kerupuk ketan ini semoga bisa menembus Pasar Dunia untuk lebih Jelasnya tentang pembuatan Kerupuk ketan ini bisa melihat di Chanel YouTube di bawah

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
PENGUKUHAN KAMPUNG TANGGUH SEMERU DESA WARUKTENGAH

PENGUKUHAN KAMPUNG TANGGUH SEMERU DESA WARUKTENGAH

Waruktengah.Ngawikab.id- Pengukuhan Kampung Tangguh Semeru Desa Waruktengah, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi (10/03). Dihadiri dari Polres Ngawi yang dipimpin oleh IPDA Dian Ambarwati selaku Kanit Bintipmas beserta anggota, dihadiri oleh Kapolsek Pangkur AKP Subandi S.H;M.H beserta anggota dan Bhabinkamtibmas Arifin, Babinsa Desa Waruktengah Darmono, dari UPT Dinas Kesehatan Kecamatan Pangkur Rubiati Bidan Desa

Pemerintah Desa Waruktengah, mengundang Ketua BPD beserta anggota, Perangkat Desa Waruktengah, perwakilan RT dan Satgas desa , untuk mengikuti pengukuhan kampung tangguh semeru di Desa Waruktengah, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi.

Arifin selaku Pj Kepala Desa Waruktengah menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan team dari Polres Ngawi , dalam pengukuhan kampung tangguh di Desa Waruktengah, serta menyampaikan kondisi serta keadaan desa Waruktengah secara geografis dan menyampaikan tentang masyarakat Desa Waruktengah yang terpapar covid-19, Pj Kepala Desa Waruktengah juga meminta maaf apabila dalam persiapan Pengukuhan Kampung Tangguh ada kekurangan dalam segala hal. Harapan Kepala Desa Waruktengah, dengan dikukuhkannya Kampung Tangguh Semeru di Desa Waruktengah masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan agar penyebaran covid-19 masyarakat Waruktengah terhindar dari covid-19.

Kapolsek Pangkur AKP Subandi juga menyampaikan dalam sambutannya, ” Saya selaku Kapolsek Pangkur berharap dengan pengukuhan kampung tangguh semeru masyarakat desa Waruktengah tangguh dalam segala hal, tangguh bisa terhindar dari penyebaran covid – 19, tangguh dalam hal Kamtibmas, tangguh dalam perekonomian, Dengan kondisi salah satu masyarakat desa Waruktengah ada yang terpapar semoga cepat sembuh, dan tidak ada lagi yang tertular, patuhi protokol kesehatan dimasa pandemi covid – 19, koordinasi antar lembaga desa dan lembaga pemerintahan yang pro aktif semoga semua masalah bisa teratasi dengan baik dan untuk yang mau punya acara hajatan, Pernikahan, khitanan untuk berkoordinasi dengan Satgas Desa.

Acara inti pengukuhan kampung tangguh semeru desa Waruktengah, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi oleh Kasat Bimas Polres Ngawi yang dalam kesempatan ini berhalangan hadir karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan maka diwakili oleh IPDA Dian Ambarwati selaku Kanit Bintipmas Polres Ngawi menjelaskan gambaran umum Kampung Tangguh Semeru.” Saya berharap dengan terbentuknya Kampung Tangguh Semeru di Desa Waruktengah, Kecamatan Pangkur, semoga bisa tangguh segalanya yaitu bebas dari penyebaran dan penularan covit-19, tangguh keamannya, tangguh ekonominya serta tangguh informasinya yaitu tidak mudah percaya berita – berita hoak, saya berpesan apabila ada masyarakat desa Waruktengah yang sembuh dari covid-19 jangan sampai dikucilkan, dan apabila ada masyarakat desa Waruktengah yang menjalani isolasi mandiri mari gotong royong membantu kebutuhannya dalam masa isolasi mandiri, manfaatkan dan aktifkan lumbung pangan desa Waruktengah, Jadi kampung tangguh itu bukan milik polisi tetapi milik kita semua harus terlibat dan berpartisipasi demi suksesnya kampung tangguh di desa Waruktengah, karena semua ini dari kita dan untuk kita masyarakat Waruktengah apabila wabah virus Covid-19 sudah menghilang lumbung pangan bisa di alihkan untuk membantu RTM dan bencana banjir yang sering melanda Desa Waruktengah .” terang Ipda Dian

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
PASAR HEWAN NGAWI DIBUKA KEMBALI

PASAR HEWAN NGAWI DIBUKA KEMBALI

Waruktengah.ngawikab.id– Bupati Ngawi H.Ony Anwar Harsono, ST.MH, mengeluarkan Surat Nomor 510/03.384/404.108/2001 tertanggal 8 Maret 2021, yang ditujukan kepada Kepala DPPTK dan Camat se- Kabupaten Ngawi, tentang di bukanya kembali Pasar Hewan di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi.
Mendasar evaluasi pelaksanaan Surat Edaran Bupati Ngawi Nomor 065/02.35/404.011/2021 tanggal 9 Pebruari 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 Di Tingkat Desa Dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid 19 Di Kabupaten Ngawi dan dalam rangka recovery ekonomi untuk menggerakkan roda perekonomian di Kabupaten Ngawi
Maka Surat Edaran Bupati Ngawi nomor : 510/01.148/ 404.108/2021 tanggal 18 Januari 2021 tentang penutupan pasar hewan dicabut dan seluruh pasar hewan dibuka kembali dengan mematuhi protokol kesehatan yang lebih ketat terhitung mulai tanggal 9 Maret 2021.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
SE BUPATI NGAWI PENANGANAN PANDEMI COVID-19

SE BUPATI NGAWI PENANGANAN PANDEMI COVID-19

Waruktengah.Ngawikab.id- Bupati Ngawi Keluarkan SE NOMOR 140/3.335/404.1122021tentang Penyesuaian Penggunaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2021. Untuk Mendukung Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19, di Tingkat Desa
Menindaklanjuti dan memperhatikan:
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 Dalam Rangka Mendukung Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Dampaknya;
instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Desease 2019,


Instruksi Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 dalam Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro di Desa;
Surat Edaran Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Nomor SE-2/PK/2021 tentang Penyesuaian Penggunaan Anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019; 5. Surat Edaran Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Nomor SE-3/PK/2021 tentang Penegasan Surat Edaran Dirjen Perimbangan Keuangan Nomor SE-2/PK/2021 tentang Penyesuaian Penggunaan Anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019;


Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 9 Tahun 2021 tentang Ketentuan Pembentukan Pos Komando (Posko) Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di tingkat Desa/Kelurahan;
Surat Menteri Dalam Negeri tanggal 10 Februari 2021 Nomor 443/0619/BPD tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Pelaksanaan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tingkat Desa;
Keputusan Gubemur Jawa Timur Nomor 188/84/KPTS/013/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegaiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 di Provinsi Jawa Timur, dan
Surat Edaran Bupati Ngawi Nomor 065/02.99/404.011/2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegaiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ngawi.
bersama ini agar diinformasikan kepada Kepala Desa hal-hal sebagai berikut:
Dalam rangka penanganan Pandemi Covid-19 temasuk pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Desa dan mengoptimalkan fungsi Posko Penanganan Covid-19 di tingkat Desa (Posko Desa), maka Dana Desa ditentukan penggunaannya paling sedikit 8% (delapan persen) dari pagu Dana Desa untuk pendanaan kegiatan penanganan Pandemi Covid-19 yang merupakan kewenangan desa, diluar dan tidak termasuk pendanaan untuk Bantuan Langsung Tunai Desa (BLT Desa), kegiatan tersebut diantaranya :


a. Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan, yaitu dapat digunakan untuk Belanja masker, tempat cuci tangan, sabun, cairan disinfektan, land sanitizer, dll;
– Belanja Bahan Bakar Minyak untuk operasional mobil siaga desa; Belanja banner, leaflet, pamflet kegiatan sosialisasi
– Belanja makan minum kegiatan sosialisasi
– Belanja vitamin, perlengkapan P3K, dll;
– Belanja lainnya dalam rangka Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan.
b. Pengadaan Penyelenggaraan Pos Keamanan Desa, yaitu dapat digunakan untuk: Belanja alat tulis kantor Posko Desa;
Belanja banner, Belanja makan minum operasional Posko Desa;
Belanja lainnya dalam rangka mendukung optimalisasi Posko Desa.
c. Penanggulangan Bencana, yaitu pada pos belanja tak terduga dapat digunakan untuk:
Belanja makan minum untuk keluarga/pasien yang melakukan isolasi mandiri;
Belanja perlengkapan kebersihan untuk kehiarga/pasien yang melakukan isolasi mandiri;
Belanja operasional petugas isolasi mandiri,
Belanja kebutuhan penanggulangan bencana alam maupun bencana non alam lainnya.
Bagi Desa yang belum menganggarkan kegiatan penanganan Pandemi Covid-19 paling sedikit sebesar 8% (delapan persen) dari pagu Dana Desa, maka Kepala Desa menetapkan Peraturan Kepala Desa mengenai Perubahan Atas Peraturan Kepala Desa tentang Penjabaran APB Desa sebelum menetapkan Peraturan Desa mengenai Perubahan APB Desa. Selanjutnya Peraturan Kepala Desa dimaksud disesuaikan pada saat menetapkan Peraturan Desa mengenai Perubahan APB Desa yang bersifat reguler,
Untuk keberlanjutan pelaksanaan Posko Desa, selanjutnya ditetapkan Peraturan Desa sebagai dasar dalam pembinaan sosial dan bersifat edukatif sesuai dengan kewenangan desa dan kearifan lokal dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan masyarakat serta didukung oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, tenaga kesehatan, tenaga pendamping, penyuluh dan mira desa lainnya;


Kepala Desa membentuk dan menetapkan Tim Posko Desa dengan Keputusan Kepala Desa, dengan susunan terdiri:
a. Kepala Desa sebagai Ketua;
b. Ketua BPD sebagai Wakil Ketua;
c. Bidang Pencegahan dan unsur Kepala Dusun, RT, RW, Satuan Linmas, PKK, Karang Taruna, tokoh agama, tokoh adat; d. Bidang Penanganan dari unsur RT, RW, Dokter, Bidan Desa, Perawat, kades kesehatan, kader posyandu, tenaga kesehatan lainnya; e. Bidang Pembinaan dari unsur BPD, RT, RW, Satuan Linmas, Karang Taruna, tokohagama, tokoh masyarakat, tokoh adat;
f. Bidang Pendukung dari unsur perangkat desa dengan koordinator Sekretaris Desa;
g. Mitra Desa dari unsur Bhabinkamtibmas, Babinsa, penyuluh, pendamping.
Pembagian tugas dalam Tim Posko Desa adalah sebagai berikut:
a. Bidang Pencegahan mempunyai tugas :
1). Melakukan pendataan terhadap warga yang menjadi suspek Covid-19, terkonfirmasi Covid-19, orang yang lanjut usia dan masyarakat yang keluar masuk desa;
2). Melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan yakni mencuci tangan pakai
sabun dengan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi di dalam wilayah desa;
3). Melakukan sterilisasi fasilitas umum dan fasilitas sosial di wilayah desa secara berkala;
4). Menyediakan fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, disinfektan serta tempat sampah
medis dan non medis di setiap fasilitas umum dan Posko Desa.
b. Bidang Penanganan mempunyai tugas:
1). Berkoordinasi dengan Puskesmas terkait dengan kondisi warga yang dipantau;
2). Menyiapkan lokasi isolasi bagi warga desa yang terkonfirmasi Covid-19 sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
3). Melakukan penelusuran dan pengobatan sederhana bagi warga desa yang terkonfirmasi Covid-19;
4). Mendistribusikan kebutuhan logistik dalam masa isolasi mandiri;
5). Melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19.
c. Bidang Pembinaan mempunyai tugas:
1). Memberikan pembinaan sosial yang bersifat edukatif sesuai dengan kewenangan dan kearifan lokal yang ditetapkan melalui Peraturan Desa;
2). Berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta mitra desa lainnya dalam pelaksanaan pembinaan sosial yang bersifat edukatif tersebut;
3). Melakukaan pembinaan bagi pelanggar protokol kesehatan melalui peneguran dan pembatasan kegiatan di desa;
4). Melakukan pendataan terhadap masyarakat yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan
d. Bidang Pendukung mempunyai tugas:
1). Memfasilitasi operasional dan administrasi pelaksanaan Posko Desa;
2). Membuat sistem informasi kesehatan warga desa;
3). Bersama tim sesuai bidang tugasnya menyediakan dan mendistribusikan logistik
sesuai kebutuhan;
4). Melakukan sosialisasi protokol kesehatan dan penanganan Covid-19 serta pencegahannya kepada masyarakat 5). Melaporkan pelaksanaan tim secara berkala kepada Kepala Desa.
Camat memfasilitasi dan melakukan pendampingan agar penggunaan Dana Desa untuk penanganan Pandemi Covid-19 sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 1 (satu);
Camat beserta satgas Covid-19 tingkat kecamatan untuk memberikan supervisi pelaksanaan Posko Desa.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0
APEL PERDANA USAI DILANTIK BUPATI IZINKAN RESEPSI PERNIKAHAN DI ZONA HIJAU

APEL PERDANA USAI DILANTIK BUPATI IZINKAN RESEPSI PERNIKAHAN DI ZONA HIJAU

Waruktengah.Ngawikab.id- Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengizinkan warga menggelar pesta pernikahan di wilayah setempat. Dia menyampaikan hal itu saat memimpin apel pertama bersama Wakil Bupati Dwi Rianto Jatmiko Senin (01/03/21) di lingkungan memimpin apel perdana di halaman Pendopo Wedya Graha Kabupaten, Kabupaten Ngawi.
Ony Anwar Harsono mengatakan, pernikahan dapat dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat di wilayah desa atau kelurahan yang berstatus zona hijau dan kuning.
“Kegiatan sosial kemasyarakatan seperti hajatan, pasar desa dan pariwisata di desa sudah bisa dilakukan. Namun tetap harus melaksanakan protokol kesehatan lebih ketat,” katanya dilansir dari TIME Indonesia.


Dalam apel perdana ini Bupati Ngawi Ony Anwar memberikan statemen angin segar bagi warga Kabupaten Ngawi yang ingin mengadakan hajatan, kegiatan budaya, keagamaan, pariwisata dll juga sudah bisa berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Bupati Ngawi memastikan kegiatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro berjalan sesuai dengan yang direncanakan untuk recovery ekonomi sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Jawa Timur khofifah Indarparawansa.


Bupati Ngawi akan memberikan relaksasi dalam bentuk pemberlakuan PPKM Mikro berdasarkan zonasi desa atau kelurahan. Bagi wilayah yang berstatus zona hijau dan kuning, kegiatan masyatakat berupa kegiatan budaya, pariwisata, pasar tradisional dan kegiatan sosial sudah bisa

dilakukan, semua itu bertujuan untuk membangkitkan ekonomi warga Ngawi yang selama pandemi covid ini mengalami kesulitan, tentu dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat, ungkapnya kepada awak media, Senin (1/3/21)
Wilayah yang masih berstatus sebagai zona merah, kegiatan masyarakat dan pariwisata masih belum bisa dilaksanakan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ngawi. Dalam pelaksanaan relaksasi PPKM Mikro akan dilakukan Evaluasi zonasi setiap dua minggu sekali. Hal ini dilakukan agar desa atau kelurahan bisa bersiap siaga ketika ada perubahan status zona, “jelas Ony Anwar.

Share and Enjoy !

0Shares
0 0